Selasa, 10 Januari 2012

Ahli paleontologi asal Australia, Birger Rasmussen menemukan tranquillityite, mineral yang dianggap identik dan unik dari bulan. Mineral ini ditemukan pada sebongkah batu berusia miliaran tahun di Australia Barat. Ketika para astronot Apollo kembali ke Bumi pada 1969, mereka membawa tiga macam mineral, yakni armalcolite, pyroxferroite, dan tranquillityite. Kedua mineral pertama ternyata ada di bumi, tapi yang terakhir semula diduga merupakan mineral yang hanya ada di bulan. Dalam sebuah makalah, Rasmussen menemukan mineral 'unik' asal bulan ini di enam situs dan dia memperkirakan temuan mineral ini akan makin meluas. Dikutip dari Dailymail.co.uk, Rasmussen mengatakan, "Ini pada dasarnya mineral terakhir yang unik semacam lunar yang telah ditemukan di 70-an dari sampel yang kembali dari misi Apollo." Dia menambahkan, sejak dibawa astronot Apollo, mineral ini secara ekslusif ditemukan dalam sampel meteorit. Temuannya di enam situs Australia itu, kata dia, membuktikan bahwa mineral ini sejak dulu 'selalu' jadi bagian bumi. "Ini juga berarti bahwa pada dasarnya kita memiliki fenomena kimia yang sama, di bulan dan di bumi.

National Transportation Safety Board, lembaga investigasi kecelakaan transportasi sipil di Amerika Serikat, baru-baru ini memperingatkan bahwa semakin banyak pengemudi yang membahayakan nyawa mereka dengan menggunakan smartphone saat berkendara.

Oleh pengemudi, smartphone saat ini digunakan tak hanya untuk memeriksa arah lewat GPS atau Google Maps, tetapi juga melakukan panggilan telepon dan berkirim SMS. Namun, iOnRoad justru mendorong pengguna agar tetap memasang smartphone di kendaraan. Alasannya?

“Jika Anda lihat data sensus di AS terkait kecelakaan lalu lintas, Anda akan melihat bahwa 20 persen tabrakan terjadi karena perhatian pengemudi terpecah,” kata Alon Atsmon, Chief Executive Officer iOnRoad, dikutip dari FoxNews, Selasa 10 Januari 2012.

Atsmon menyebutkan, faktor itulah satu-satunya faktor penyebab yang terus meningkat. Dan alasan di baliknya adalah penggunaan smartphone saat mengemudi. 

“Untuk mengatasinya mudah, lebih banyak gunakan smartphone saat berkendara,” klaimnya. “Kami menawarkan cara cerdas untuk itu. Tetapi, bukan lewat pelarangan penggunaan smartphone di kendaraan,” kata Atsmon. 

Tapi, itu bukan sembarang saran. iOnRoad mengembangkan aplikasi yang membuat gangguan di jalan menjadi informasi keamanan. Ia menawarkan peringatan tabrakan, pemberitahuan jika Anda mengemudi terlalu jauh di luar jalur bahkan membacakan pesan keras-keras dan otomatis menghidupkan speakerphone saat ada panggilan masuk.

Untuk menjalankan, pengguna cukup memasang ponsel mereka di dashboard. Aplikasi akan menggunakan kamera di ponsel untuk memantau jalur lalu lintas dan jarak kendaraan dengan kendaraan yang ada di depan. Informasi ini akan diteruskan ke layar smartphone.

Namun, pengguna tidak perlu melihat layar ponsel. Jika mobil yang dikemudikan terlalu rapat dengan kendaraan di depan, ponsel akan mengeluarkan suara nyaring. Jika ponsel khawatir Anda akan bertabrakan, ia akan mengeluarkan alarm untuk memperingatkan Anda akan bahaya.

“Kami berupaya memanfaatkan masalah paling besar pada lalu lintas sebagai solusi paling baik untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas,” kata Atsmon. “Pendekatan kami adalah mengubah smartphone menjadi collision warning system,” ucapnya.

Saat ini, aplikasi buatan startup asal Israel itu tersedia secara gratis. Menurut Atsmon, masukan dan laporan dari pengguna bahwa aplikasi itu bekerja dengan efektif merupakan bayaran yang cukup bagi mereka. “Kami mendapatkan laporan dari pengguna bahwa aplikasi ini telah menyelamatkan nyawa,” kata Atsmon. “Itu nilainya lebih besar daripada uang,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar